Tapi untuk kali ini, bener-bener diluar dugaan saya. Yang dia tag adalah fotonya bersama artist lawas, Pance Pondaag. Mungkin sudah pemandangan yang biasa buat saya, melihat foto-foto didit bersama artis-artis indonesia, karena memang pekerjaan yang menuntutnya demikian. hehehehe...
Setelah saya perhatikan bagian bawah dari foto itu, terdapat 'notes' yang TERNYATA itu merupakan tulisan didit. Dan menurut saya, SUNGGUH LUAR BIASA. Untuk seorang didit yang saya pikir tidak bisa merangkai kata-kata yang menurut saya SEMPURNA.
Ini saya copy-paste tulisannya...
NASIB PENYANYI LAWAS
Saya mencoba mengikuti apa yang biasa dilakukan oleh atasan saya dalam mengomentari segala sesuatu yang menurutnya menarik. Kebetulan minggu lalu saya berkesempatan untuk meminta statement dari seorang Penyanyi / Pencipta Lagu Legendaris bernama Pance Pondaag. What a day...I've to meet a legendary person and a great creator behind a Indonesian Mellow Songs in the 80's
Tapi beberapa saat sebelumnya, saya sempat berbicara dengan istri saya melalui ponsel. Dia menanyakan kemana saya hari ini akan pergi lalu saya jawab : "Aku mau ke Pluit de'...ke rumah Pance Pondaag ye gak ye....ishhhhiiii gak tuh ????" dengan gaya bercandaan khas saya. Memang saya ini punya kebiasaan excited ketemu artist2 old school generation. Antara excited ketemu karena mereka dulu exist di jaman saya masih bekemeja putih dan bercelana pendek merah ataupun exist untuk make a joke terhadap appearance mereka sekarang. Suatu sifat aneh yang tertanam pada diri saya.
Kami tim Produksi MALAM MINGGU ONE - tvOne pergi ber 5 : Enrico (Director), Nano (P.A.), Aji Gonds (Cameraman), seorang Driver (siapa ya drivernya waktu itu gue lupa....hehehe) dan saya sendiri. Kami menuju lokasi di area Pluit. Terbayang di otak saya, rumah di Pluit pastilah rumah megah nan mewah bak istana yang akan menyambut kami. Tapi apa yang kami lihat jauh semua dari kesan itu. Sebuah Ruko yang sangat biasa dengan sebuah mobil di depannya (dan belum tentu punya Om Pance, bisa jadi tetangga nitip). Kami mencoba mengetuk dan dari dalam terdengar suara lirih yang memberi isyrat bahwa kami harus menunggu. Dari balik kaca ruko tersebut terlihat sosok yang sudah tua dengan jalan agak menyeret ternyata karena Stroke yang menyerangnya.
Ya dialah Pance Pondaag, sontak saja saya tertegun dan rasa iba saya langsung keluar hingga menyedak tenggorokan dan tak sepatah katapun bisa keluar."Inilah potret kehidupan penyanyi legendaris...apakah masih ada yang perduli pada mereka" Begitu gumam saya. Orang-orang seperti Om Pance inilah salah satu pencetak sejarah Indonesia di mana pada zaman itu Pencekalan terhadap musik pop sedang gencar2nya dilakukan oleh Pemerintah karena dianggap tidak mencerminkan semangat bangsa.
Jujur saya bukanlah penggemar musik pop mellow walau saya tidak anti terhadap aliran manapun. Tapi perjuangan Om Pance untuk mengisahkan dan mengungkapkan hati wanita (karena banyak lagu ciptaan nya dinyanyikan dan ditujukan kepada wanita) patut diacungi jempol. Jujur lebih hebat daripada band2 baru pencentak one hit wonder dengan gaya bak superstar yang telah puluhan tahun berkarir
Suatu potret keterpurukan mantan artist dimana uang sangat berarti untuknya. "Untuk beli saya pe obat" tuturnya lirih dengan logat Mendao khas tapi pelo akibat deraan stroke ganas.
Inti dari pertemuan singkat saya dengan Om Pance bahwasannya seorang artist yg dulu bergelimang kemewahan dan pujian, kini tak seorangpun memandangnya bahkan mengingatnya. Mungkin masih ada yang menghargai jasa2nya dan saya turut senang akan hal itu. Dan satu hal yang masih diharapkannya. Ia ingin lagunya dinyanyikan Oleh Yuni Shara...si artis yang lg dibicarakan hangat karena menjalin hubungan khusus dengan sesama artist yang jauh lebih muda. Mungkin kalo ada yang bisa menyampaikan ini kepada mbak Yuni, ia akan senang sekali kalau lagunya dapat dinyanyikan. Itung2 menghargai musisi senior yang sempat membuat musik-musik Indonesia berwarna dan selalu jadi bahan pembicaraan, pujian bahkan cercaan.
SUPPORT LEGENDARY ARTIST.....RESPECT !!!!!
Mungkin untuk orang lain, tulisan didit hanya sebuah tulisan yang standar. Tapi kalau yang tau karakter seorang didit seperti apa, pasti akan berdecak kagum. Terbukti dari salah satu komentar yang masuk ke tulisan ini... "Huuu.. jadi terharu bacanya...buat yang nulis (terharu banget gue dit, ternyata Rocker (baca: elo) juga manusia ya dit? hahahaha...). SALUT!!"
Jangankan orang lain yang sudah mengenal didit, istrinya aja (baca: saya) juga berdecak tiada henti dan terus memuji didit setelah membacanya. Seneng deeh... :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar